Sungguh Biadab, Sudah Perkosa Dan Bunuh Bocah 8 Tahun, Pelaku Tetap Setubuh Mayat Korban

Serbainfo.online – Puluhan warga jalan Ki Marogan, Lorong Aman, Kelurahan Kemang Agung, Kecamatan Kertapati, Palembang mendadak mendatangi Polresta Palembang, Rabu (19/7) sejak pukul 09.30 pagi. Kedatangan puluhan warga ini ingin melihat jalannya rekontruksi yang digelar pihak unit Perlindungan Perempuan dan Anak Polresta Palembang.

Rekonstruksi dilakukan terkait kasus pembunuhan disertai pemerkosaan yang dilakukan dua tersangka Irsan alias Ican (32) dan Andreas (19) terhadap bocah perempuan Nurfadilah Putri (8) pada 19 Mei 2017 lalu. Sebanyak 21 adegan diperagakan dalam proses rekonstruksi tersebut.

Nampak kedua tersangka menjalani satu per satu reka adegan. Dalam reka adegan ini pun puluhan warga Kertapati baik dari keluarga korban dan tetangga nampak hadir. Dari pantauan Tribun, sebelum rekontruksi dimulai Kanit PPA Polresta Palembang, Ipda Henny Kristianingsih memberikan imbauan kepada warga.

Agar selama proses rekontruksi berlangsung dapat tertib dan tak membuat kegaduhan. Warga pun nampak sangat penasaran melihat adegan demi adegan saat Ican membunuh Putri. Rekontruksi yang berlangsung di dalam ruangan tersebut berlangsung aman.

Ada sebagian warga melihat dari kaca jendela dan mengambil kesempatan melihat dari luar pintu ruangan rekontruksi. Nampak, warga begitu kesal melihat setiap adegan Ican melakukan pembunuhan tersebut. Namun, beruntung warga tak terpancing emosi ketika rekontruksi berlangsung.

Pada adegan pertama, tersangka Ican memanggil korban yang saat itu sedang bermain di depan rumah nenek. Jumila di Jalan Ki Marogan, Lorong Aman, Kelurahan Kemang Agung, Kecamatan Kertapati, Palembang, Jumat (19/5/2017) sekitar 14.30 WIB. Lalu, korban pun diajak masuk ke dalam rumah menuju kamar.

Namun, ketika itu tersangka Andre pun melihat dan mengetahui kalau Ican membawa Putri masuk ke rumah. Kemudian, Ican pun mengajak Putri masuk ke dalam kamar nenek Jumila yang dikunci. Setelah masuk Ican menyuruh Putri untuk membuka celana namun sempat ditolak Putri. Setelah dibujuk Ican pun langsung membuka celana Putri dan membaringkannya di atas kasur.

Lalu, Ican langsung menggauli Putri. Saat Putri berteriak, Ican pun langsung menyekap mulutnya dan mencekik leher Putri hingga tewas. Ketika itu, Ican pun memeriksa keadaan Putri yang tak bernyawa lalu menyuruh Andre untuk mengambil karung. Bahkan usai tewas pun Ican pun masih sempat menggauli Putri.

Kemudian, Ican memasukkan Putri ke dalam karung. Diikat dengan menggunakan tali plastik berwarna hitam dan meletakkannya di bawah tempat tidur.

“Saya gaulinya sebelum dan sesudah dia tak bernyawa pak.”

“Saat dia menjerit langsung saya sekap dan cekik dia, ” kata Ican.

Sedangkan menurut pengakuan Tersangka Andre dirinya terus manampik kalau ikut terlibat memasukkan korban ke dalam karung. Bahkan tersangka Andre pun sempat menolak memeragakan adegan yang semua keterangan itu berdasarkan pengakuan tersangka Ican.

Sementara itu, Sudarti (57) nenek Putri tak kuasa melihat rekontruksi pemerkosaan disertai pembunuhan cucunya yang dilakukan kedua tersangka. Nampak, saat dihadirkan sebagai saksi ketika mencari Putri di Adegan 20, Sudarti menangis sembari kesal melihat Tersangka Ican.

“Tega nian kau can, ” ujarnya terus menangis.

Lalu, Sudarti pun memilih kembali duduk dan terus menangis karena terkenang dengan cucu kesayangan tersebut.

“Saya harap tersangka ini dapat dihukum seberat-beratnya mba.”

“Kami minta dia dihukum mati saya karena kami takut kalau dia bebas akan mencari korban lainnya, ” ungkap dia.

Ia pun sudah mengikhlaskan cucunya pergi. Namun masih belum puas hingga putusan hukum kepada tersangka.

“Kami akan pantau terus kasus ini sampai tersangka dapat dihukum mati, ” ucapnya.

Sementara itu, Kasatreskrim Polresta Palembang , Kompol Yon Edi Winara membenarkan pihaknya telah menggelar rekontruksi tersebut. Ia mengatakan rekontruksi ini adalah bagian dari proses penyidikan untuk dilengkapi ke pihak ke jaksaan.

“Kita tetap gunakan pasal berlapis, Undang-undang perlindungan anak, tetap lapiskan dengan pembunuhan berencana pasal 340 KUHP.”

“Keterangan mereka (dua tersangka) menguatkan, ikut bersama-sama memperkosa dan membunuh, ” katanya.

About admin 393 Articles
Kami senantiasa memberikan beragam informasi menarik. Ikuti segala perkembangan berita di FANSPAGE FACEBOOK kami @sjoterpercaya92