Berbeda Dengan Ahok Yang Gentlemen, Rizieq Sihab Malah Bersembunyi Dan Menghindar

Serbainfo.online – Pentolan FPI sekaligus petinggi GNPF MUI, Rizieq Shihab, yang paling vokal mendesak keadilan agar Ahok dipenjara karena menodai agama, kini malah tidak bersikap kooperatif dalam memenuhi panggilan pemeriksaan dari kepolisian.

Sikap Rizieq Shihab yang kerap menghindar dari pemeriksaan kasus dugaan percakapan berkonten pornografi dianggap bentuk lain dari gelagat seseorang yang mengalami paranoid alias ketakutan berlebihan.

Sangat berbeda dengan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok yang selama ini di demo FPI. Seharusnya Rizieq Shihab bisa memberikan contoh bagi para pemuja dan pengikutnya.

Pasalnya, para pengikutnya percaya kalau Rizieq tidak bersalah dalam semua kasus yang menimpa pemimpin mereka. Nah disini Rizieq Shihab yang sebagai pemuka agama yang banyak mengajarkan berbagai hal pada umatnya.  Seharusnya dia bisa memberi contoh taat terhadap Hukum yang berlaku di Indonesia.

 

Berbeda Dengan Ahok Yang Gentlemen, Rizieq Sihab Malah Bersembunyi Dan Menghindar

Rizieq Shihab harus belajar dari Ahok yang secara gentlemen menghadapi seluruh proses Hukum. Ahok tidak pernah mangkir dari panggilan pemeriksaan hingga proses pengadilan.

Bila memang Rizieq Shihab merasa tidak bersalah atas semua kasus yang meninpanya, lalu kenapa sampai saat ini tidak kembali ke tanah air? Apapun alasannya proses Hukum tetap harus dijalankan dengan adil, seperti kata kata Rizieq saat berorasi di saat demo Ahok.

Bagaimanapun Rizieq  harus siap menerima risiko dijemput paksa oleh kepolisian untuk diperiksa atau ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus tersebut. Hukum tidak menunggu inisiatif, akan ada mekanisme jemput paksa, bila itu terjadi maka Rizieq Shihab akan semakin tidak ada harga diri dimata masyarakat.

 

Menurut Ahli Psikologi Politik

Ahli Psikologi Politik Hamdi Muluk menyatakan, Rizieq seharusnya berani diperiksa jika tidak merasa bersalah. Rizieq menurutnya harus bisa belajar dari Ahok yang tidak pernah mangkir dalam menjalani proses hukum.

“Kalau tidak bersalah kenapa harus takut. Dia harus belajar dari Ahok yang secara gentlemen menghadapi seluruh proses hukum,” ujar Hamdi.

Menurut Hamdi, kekhawatiran Rizieq terhadap situasi politik di Indonesia yang karut marut akibat Pilkada DKI.  Dan mengenai kasus penodaan agama Ahok tidak bisa jadi alasan untuk mangkir dari panggilan polisi.

Rizieq yang didukung oleh sekian banyak peserta demo Aksi Bela Islam, seharusnya tidak bersikap layaknya rakyat kecil yang takut terhadap proses hukum di kepolisian, kata Hamdi.

“Bukankah dia sedang disanjung oleh banyak orang. Apanya pula yang mesti ditakutkan. Kalau rakyat kecil takut menghadap polisi karena bisa abuse, misalnya dipukul seperti yang banyak disebut orang oleh aparat masih bisa kita mengerti,” ujarnya.

Hamdi mengatakan, dalam ilmu psikologi tentang kebohongan menyebut perilaku seseorang yang kerap menghindar atau membelokkan persoalan adalah indikasi dari ketidakjujuran. Oleh karena itu, Rizieq disarankan bertindak kooperatif dan tidak mencari alasan atas kasusnya tersebut.

Lebih dari itu, Hamdi menilai segala alasan keberadaan Rizieq di luar negeri yang berujung pada penerbitan red notice Kepolisian bisa membuat kemarahan banyak masyarakat. Ia menilai, Rizieq telah mempermaikan negara dengan segala alasannya tersebut.

“Negara sudah sepatutnya tegas. Pemanggilan paksa memang harus dilakukan,” ujar Hamdi

About admin 494 Articles
Kami senantiasa memberikan beragam informasi menarik. Ikuti segala perkembangan berita di FANSPAGE FACEBOOK kami @sjoterpercaya92